News Update :

Angkot Terbakar, Satu Balita Tewas

Jumat, 13 Juli 2012

Angkot Terbakar, Satu Balita Tewas. Masih dalam berita seputar Tarakan, belum lama ini ada kabar terbakarnya sebuah mobil yang mengakibatkan kebakaran di SPBU 46.77101 Jl. Mulawarman, Senin (9/7) sekitar pukul 18.00 Wita. Kali ini, Angkot Terbakar, Satu Balita Tewas, di daerah Jl. Mulawarman, Tarakan, Kalimantan Timur, Jumat (13/7). Seorang balita tewas terpanggang dalam kejadian ini.

Kota Tarakan





Mobil yang dikendarai sopir angkot dan keluarganya tiba tiba saja terbakar saat melintas di jalan Mulawarman Tarakan Kalimantan TImur. Seorang balita dalam mobil tersebut tewas karena tak sempat diselamatkan akibat keluarganya panik berhamburan keluar angkot. Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar angkot dan bocah malang tersebut. Diduga api berasal api dari tabung gas yang dibawa pengemudi angkot. Korban tewas dilarikan ke RSUD Kota Tarakan , sementara orang tuanya dalam keadaan kritis akibat luka bakar cukup parah.

SPBU Terbakar Kembali Beroperasi

SPBU Terbakar Kembali Beroperasi. Terkait pemberitaan mengenai "Kebakaran Kendaraan di SPBU 46.77101 Jl. Mulawarman, Senin (9/7) Video". Kepolisian Resor Tarakan masih menyelidiki penyebab kebakaran di SPBU 46.77101Jl. Mulawarman, Senin (9/7) sekitar pukul 18.00 Wita. Namun dari hasil sementara olah tempat kejadian perkara(TKP), menunjukkan bahwa sumber api berasal dari bagian bawah mobil pikap Daihatsu Gran Max yang sedang mengisi BBM jenis premium.

source by foursquare, Added Mar 28 by Agung Krisbiantoro T.

“Asal mula api dimulai dari percikan api di bawah mobil. Dimana, diketahuitangki mobil pikapitu telah dimodifikasi sedemikian rupa,agar bisa menampung bahan bakar minyak lebih banyak,”kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui Pjs. Kasubag Humas Ipda Sumarna kemarin (10/7).

Ada dugaan mobil pikap digunakan untuk mengetap BBM. Sebab kata Sumarna, berdasarkan informasi yang diperoleh, mobil tersebut sering digunakan untuk mengisi BBM berulang-ulang. Namun pihak kepolisian masih mengembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Polisi juga menggunakan rekaman CCTV, temuan mesin pompa di dalam mobil, serta mengumpulkan keterangan para saksi.

”Kamitemukan sebuah mesin pompa di dalam mobil dimana fungsi pompa tersebut untuk memompa bensin yang masuk kedalam tangki mobil,”kata Sumarnalagi.

Soal penyebab awal kebakaran, dugaan sementara pihak kepolisian, percikan api berasal dari pompa minyak yang saat dinyalakan menimbulkan percikan api, sehingga bensin di dalam tangki lansung terbakar.Sumber di kepolisian juga menyampaikan, kemarin Martinus (23), petugasSPBUyang mengisi mobil pikapyang terbakar masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

“Pengemudi tersebut (mobil pikap yang terbakar, Red.), kamijuga masih melakukan penyidikandan melakukan pengembangan,” kata Sumarna.

Terpisah, Sales Representatif Wilayah III PT. Pertamina Tarakan, Edwin Shabriy mengatakan, akibat kebakaran tersebut diperkirakan nominal kerugian yang dialami PT Mitra Dharmaselaku pemilik SPBU di Jl. Mulawarman tersebut mencapai ratusan juta. “Dispenser yang terbakar merupakan Dispenser tipe 4 Nozzle merek Gilbarco,harganya paling tidak Rp 150 juta,” sebutEdwin.

Pihak Pertamina sendiri kata Edwin, tidak menerima kerugian secara materi,namun dari segi penjualan,Pertamina kehilangan kesempatan untuk melakukan penjualan secara maksimal dikarenakan SPBU sempat tidak beroperasi.“Dari Pihak Pertamina juga mengerahkan timHSSE (Health Safety Security Environment,Red.) untuk mengecek peralatan yang ada di SPBU tersebut seperti instalasi listrik, pompa bensin dan dispenser. Hasilnya tidak ada kerusakan,selain dispenser nomor 4 yang terbakar,”kata Edwin lagi.

Dispenser yang terbakar kata Edwin, dalam minggu ini akan diganti. “Karena setelah di periksa oleh tim HSSE, memang dispenser nomor 4 sudah tidak dapat diperbaiki,” jelasnya.

Edwin menambahkan, kemarin Pertamina menambahkan sebanyak 30 kiloliter premium,dan 8 kiloliter solar untuk SPBU di Jl. Kusuma Bangsa, Gunung Lingkas,untuk memenuhi kebutuhan BBM warga Kota Tarakan.

Sekitar pukul 14.00 Wita siang kemarin, SPBU di Jl. Mulawarman kembali dibuka dan melayani pembelian BBM untuk masyarakat.

“SPBU Mulawarman kembali kita buka karena pipa distribusi BBM maupun jaringan listrik di pompa nomor 4 itu tidak mengalami kerusakan,” terangEdwin. (kaltimpost.co.id)

Kebakaran Kendaraan di SPBU 46.77101 Jl. Mulawarman, Senin (9/7) Video

Kebakaran Kendaraan di SPBU 46.77101 Jl. Mulawarman, Tarakan, Senin (9/7). Kepolisian Resor Tarakan masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran di SPBU 46.77101 Jl. Mulawarman, Senin (9/7) sekitar pukul 18.00 Wita.

Namun dari hasil sementara olah TKP (tempat kejadian perkara), menunjukkan bahwa sumber api berasal dari bagian bawah mobil pikap Daihatsu Gran Max yang sedang mengisi BBM jenis premium.

”Asal mula api dimulai dari percikan api di bawah mobil. Di mana, diketahui tangki mobil pikap itu telah dimodifikasi sedemikian rupa, agar bisa menampung bahan bakar minyak lebih banyak,” kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan melalui Pjs. Kasubag Humas Ipda Sumarna kepada Radar Tarakan kemarin (10/7).

Ada dugaan mobil pikap digunakan untuk mengetap BBM. Sebab kata Sumarna, berdasarkan informasi yang diperoleh, mobil tersebut sering digunakan untuk mengisi BBM berulang-ulang. Namun pihak kepolisian masih mengembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut, baik melalui rekaman CCTV, temuan mesin pompa di dalam mobil, maupun keterangan para saksi.

”Kami temukan sebuah mesin pompa di dalam mobil di mana fungsi pompa tersebut untuk memompa bensin yang masuk ke dalam tangki mobil,” kata Sumarna lagi.

Dugaan sementara pihak kepolisian, percikan api berasal dari pompa minyak yang saat dinyalakan menimbulkan percikan api, sehingga bensin di dalam tangki lansung tersambar.

Sumber di kepolisian juga menyampaikan, kemarin Martinus (23), petugas SPBU yang mengisi mobil pikap yang terbakar masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

“Pengemudi tersebut (mobil pikap yang terbakar, Red.), kami juga masih melakukan penyidikan dan lakukan pengembangan,” kata Sumarna lagi.

Terpisah, Sales Representatif Wilayah III PT. Pertamina Tarakan, Edwin Shabriy akibat kebakaran tersebut diperkirakan nominal kerugian yang dialami PT Mitra Dharma selaku pemilik SPBU di Jl. Mulawarman tersebut mencapai ratusan juta.

“Dispenser yang terbakar merupakan Dispenser tipe 4 Nozzle merek Gilbarco, harganya paling tidak Rp 150 juta,” sebut Edwin.

Pihak Pertamina sendiri kata Edwin, tidak menerima kerugian secara materi, namun dari segi penjualan Pertamina kehilangan kesempatan untuk melakukan penjualan secara maksimal dikarenakan SPBU sempat tidak beroperasi.

“Dari Pihak Pertamina juga mengerahkan tim HSSE (Health Safety Security Environment, Red.) untuk mengecek peralatan yang ada di SPBU tersebut seperti instalasi listrik, pompa bensin dan dispenser. Hasilnya tidak ada kerusakan, selain dispenser nomor 4 yang terbakar,” kata Edwin lagi.

Dispenser yang terbakar kata Edwin, dalam minggu ini akan diganti. “Karena setelah di periksa oleh tim HSSE, memang dispenser nomor 4 sudah tidak dapat diperbaiki,” jelasnya.

Kepada Radar Tarakan, Edwin menyampaikan kemarin (10/7), Pertamina menambahkan sebanyak 30 kiloliter premium, dan 8 kiloliter solar untuk SPBU di Jl. Kusuma Bangsa, Gunung Lingkas, untuk memenuhi kebutuhan BBM warga Kota Tarakan.

Sekitar pukul 14.00 Wita siang kemarin, SPBU di Jl. Mulawarman kembali dibuka dan melayani pembelian BBM untuk masyarakat.

“SPBU Mulawarman kembali kita buka karena pipa distribusi BBM maupun jaringan listrik di pompa nomor 4 itu tidak mengalami kerusakan,” terang Edwin Shabriey kepada Radar Tarakan.

Pertamina Depo Tarakan menilai, berdasarkan pengamatan CCTV yang terpantau pada SPBU Mulawarman, insiden yang terjadi pada Senin (9/7) lalu itu disebabkan salah satu kendaraan konsumen, yaitu mobil pikap.

“Hari ini sudah diintensifikasi semua dan sudah ada hasilnya, dari kita (Pertamina) tidak menyalahkan siapa-siapa, biarlah pihak kepolisian yang menyelesaikannya,” katanya. Beruntungnya, lanjut Edwin, para petugas SPBU sigap dengan kejadian tersebut hingga tidak menjalar ke sejumlah pompa lainnya dari 6 stasiun BBM yang ada.

“Kalau saja petugas SPBU Mulawarman ini tidak sigap, dimungkinkan SPBU itu ludes kalau apinya sudah merambat ke tangki penimbunan BBM,” kata dia.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh operator SPBU agar lebih mengintensifkan tata tertib keamanan yang berlaku di area SPBU.

Terutama, setiap kendaraan baik roda maupun roda empat yang hendak melakukan pengisian diingatkan untuk mematikan mesin kendaraannya. “Termasuk, telepon genggam harus dinonaktifkan ketika berada di area SPBU,” tegas Edwin.

Terkait distribusi BBM untuk SPBU Mulawarman, mulai hari ini akan kembali normal dengan alokasi 30 ton untuk premium, dan 38 ton untuk solar. Bercermin dari kejadian ini, pihaknya berharap dapat menjadi suatu pelajaran bagi seluruh masyarakat Tarakan akan tata tertib yang berlaku di SPBU.

“Selama ini rambu-rambu safety-nya sudah jelas, tapi terkadang teguran dari operator kepada operator selalu dimentahkan masyarakat,” bebernya.

Edwin, menambahkan dari 6 Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) yang ada di Tarakan, satu diantaranya kini tengah diwacanakan untuk dijadikan SPBU.

“Kalau untuk menambah SPBU lagi, tidak. Tapi meningkatkan status APMS menjadi SPBU, itu kemungkinan besar bisa,” katanya. APMS yang akan ditingkatkan menjadi SPBU yaitu salah satu APMS yang terletak di Tarakan Utara.

“Dari 2 APMS yang ada di utara itu sampai saat ini belum kita pastikan karena masih evaluasi. Ini baru wacana internal saja, karena mengingat tingkat pemakaian BBM dan jumlah kendaraan semakin meningkat. Syaratnya tak jauh beda dengan SPBU. Hanya baik dari segi sarana fasilitas, pelayanan dan lebih diperketat,” terang Edwin.

Sementara, Mustafa, karyawan SPBU yang dilarikan ke Pertamedika Hospital Tarakan karena mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup Asap Kebakaran dan Zat Apar (Alat pemadam api ringan) setelah mendapat tindakan medis di ruang unit gawat darurat dan dinyatakan kondisinya sudah membaik diperkenankan pulang oleh dokter rumah sakit tersebut.

“Pasien sempat diinfus sebanyak satu kantong sebelum diperbolehkan pulang oleh dokter yang jaga kemarin,” kata dokter Sapta Yudha Oka, dokter yang berdinas di Unit Gawat Darurat PHT kemarin. (radartarakan)

Tarakan Tv

Jumat, 06 Juli 2012

Tarakan Tv. TV nya orang Tarakan. Tv kita bahh... Tarakan TV adalah stasiun televisi swasta regional Indonesia dan berpusat di Kalimantan Timur. Tarakan TV mulai mengudara pada tanggal 1 Agustus 2003 dari Gedung GADIS Lt. 6 Jl. Jendral Sudirman 76 Tarakan 77111.


Visi Misi Tarakan Tv

VISI
Terwujudnya Media Televisi yang sesuai dengan semangat dan cita-cita luhur masyarakat, memiliki program berkwalitas, berdasarkan nilai - nilai moral budaya kerja yang dapat diterima semua pihak.

MISI
Menumbuhkembangkan gagasan, pola fikir dan aspirasi masyarakat lokal yang berwawasan global, serta mendukung terciptanya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan, demi tumbuhnya nilai-nilai demokrasi di daerah.

===


Tarakan TV mengudara mulai pukul 06.00-23.00. Program-programnya antara lain Lintas Pagi, Ulasan Media, Lintas Interaktif, Jurnal VOA, Lintas Kaltara, Suara Anda (obrolan Masyarakat), Dialog Sepekan, Polisi Kita, Obsesi, Mr. Bean, Obrolon Politik, Reques Musik Mancanegara, Syiar Islam, Renungan Qolbu, dan Serial film Asia.

Didirikan pada tahun 2003 dan mulai beroperasi dengan menayangkan siaran perdana pada tanggal 1 Agustus 2003, Tarakan TV merupakan televisi yang masih relatif muda dari televisi lain yang sudah ada pada masa itu. Kehadiran Televisi Publik Lokal telah memberikan pencerahan bagi industri pertelevisian Indonesia lewat serangkaian terobosan dan inovasi baru yang mengutamakan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak heran jika dalam kurun waktu 3 tahun kemudian Tarakan TV mampu mensejajarkan diri dengan media lain di wilayah Kalimantan Timur.

Agar program yang ditayangkan Tarakan TV dapat dinikmati oleh seluruh pemirsa hingga wilayah perbatasan Malaysia, Tarakan TV telah menyusun perencanaan bisnis dengan dialokasikanya investasi pembangunan 2 stasiun relai pada akhir tahun 2006 dengan jangkauan siaran yang mencapai 80% dari total penduduk Kalimantan Timur Wilayah Utara. Saat ini Tarakan TV sedang membangun stasiun pemancar baru di Pusat Kota Tarakan dengan didukung tower kurang lebih 120 meter untuk meningkatkan kualitas penerimaan siaran di wilayah Tarakan dan sekitarnya yang terganggu akibat perkembangan pembangunan gedung-gedung tinggi dan wilayah yang berbukit.

Kesuksesan dalam mengarungi kancah pertelevisian tidak membuat Tarakan TV lupa pada misi sosial sebagai televisi publik lokal yang diembannya. Kegiatan sosial “Tarakan TV Peduli” dan berbagai kegiatan lainnya yang digalakkan secara sukarela adalah salah satu bentuk kepedulian Lembaga Penyiaran Publik terhadap masyarakatnya.

Tarakan TV hadir sebagai televisi lokal pertama di wilayah utara Kaltim, sekaligus satu-satunya media yang menyasar segment (pemirsa) berbagai kelas masyarakat. Kehadiranya di Wilayah Utara Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Malaysia, banyak mengupas berbagai sisi informasi seputar dunia ekonomi, politik, dan budaya yang tersaji secara apik dan komprehensif.

Disiarkan dengan gaya yang khas dan lugas, serta bahasa yang santun menjadikan Tarakan TV mudah diterima segenap lapisan masyarakat, Karenanya acara yang tersaji mampu memberikan inspirasi sekaligus pencerahan bagi pemirsa. Tarakan TV menjadi media audio visual yang pas dijadikan referensi utama para pengambil keputusan, profesional, aktivis organisasi, maupun pelaku usaha apapun. Saatnya, anda mengambil keputusan untuk bergabung bersama Tarakan TV. [wiki]

Situs tarakan Tv : http://tarakan-tv.com/

THM di Tarakan Ditertibkan Sebulan Menjelang Ramadhan

THM di Tarakan Ditertibkan Sebulan Menjelang Ramadhan. Petugas gabungan dari Pemerintah Kota Tarakan yang terdiri dari Satpol PP, Kepolisian dan TNI, menggelar razia di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM), Sabtu (16/6) malam. Razia yang digelar kurang lebih dua jam dimulai pukul 22.00 hingga Minggu dini hari berhasil mengamankan 14 warga tanpa identitas diri dan 8 kardus minuman keras jenis bir.



Razia gabungan dibagi menjadi empat tim yaitu Barat, Timur, Tengah dan Utara, yang masing-masing tim menyisir THM yang ada di empat kecamatan di Kota Tarakan. Tim yang bertugas di Kecamatan Tarakan Barat, mendatangi diskotik dan karaoke Nirwana dan Surya yang berada di Jalan Mulawarman, tim Tengah menyisir THM Angin Malam, Helmi dan Angin Mamiri, tim Utara merazia lokalisasi Sungai Bengawan, dan tim yang ada di Kecamatan Tarakan Timur mendatangi lokalisasi Karang Agas, THM Jaguar, NN, dan Deluxe.

Kabag Humas Polres Tarakan AKP. Subarjo mengatakan, target dari razia ini merupakan anggota kepolisian dan TNI serta masyarakat yang tidak memiliki identitas diri dan di bawah umur. 

”Karena razia melibatkan berbagai unsur mulai TNI dan Satpol PP, maka sasaran kita sesuai dengan kewenangan instansi masing-masing, untuk Satpol PP tentunya pelanggaran yang berkaitan dengan Perda seperti KTP dan miras, sedangkan TNI/Polri anggota yang sedang bersenang-senang di THM,” terangnya.

Ke-14 warga yang terjaring tanpa identitas hanya didata dan meminta pihak keluarga untuk menjemput. Kegiatan ini akan rutin dilakukan untuk mengurai penyakit masyarakat (Pekat) menjelang bulan suci Ramadhan, agar tidak meresahkan warga.

“Saat puasa, semua THM harus berhenti beroperasi seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga mulai sekarang, kita sudah melakukan sosialisasi sekaligus penertiban kepada anggota yang lagi asyik menghabiskan waktu malam minggunya di THM,” ujarnya.

Selain dokumen kependudukan dan anggota TNI / Polri, razia juga dilakukan terhadap para pengguna Narkoba, namun yang didapat hanya warga yang tidak memiliki KTP serta beberapa kardus minuman keras. 

Disinyalir razia telah bocor sebelum dilakukan, hal ini ditengarai dengan banyaknya THM yang tidak sedang beroperasi dan sepi pengunjung, padahal setiap malam minggu hampir seluruh THM dipastikan ramai pengunjung.

Masjid Islamic Centre Baitul Izzah Tarakan

Masjid Islamic Centre Baitul Izzah Tarakan
Masjid Islamic Centre Baitul Izzah Tarakan. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim Penamaan Masjid Raya Nomor 01/Dh-IV/Kota/1432 Hijriyah 2011 Masehi. Ada 10 nama yang masuk dalam daftar pemenang  diantaranya Baitul Izzah, Al Furqan, Al Manar, Al Munawwarah, Bahrul Ulum, Jamiyyatul Ummah, Al Ma’wa,  Al Madani,  Ar Roja dan Nurul Qadar.

Dan yang berhasil menjadi pemenang utama dalam sayembara kali ini adalah Iwan Magwan warga Selumit Pantai RT. 16 Tarakan Tengah.

”Nama masjid yang nantinya resmi dipergunakan  adalah Baitul Izzah  yang memiliki arti tempat mulia yang terletak diantara langit dan bumi  atau tempat diturunkannya Al Qur’an secara keseluruhan, kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW  berangsur-angsur sesuai kebutuhan,”ujar KH. Zainuddin Dalila Ketua Dewan Hakim Penamaan Masjid Raya)

Zainudin juga menjelaskan, tim sebelas mengambil keputusan tersebut karena berdasarkan kajian dari segi tata bahasa nama yang diusulkan belum ada yang menggunakan  dan maknanya pun sangat bagus.

”Sementara itu, untuk pemberian imbalan akan dilakukan senin tanggal 9 pukul 9 di Kantor Dinas Sosial,”ujar H. Bambang Irawan Sekretaris Panitia Penamaan Masjid Raya. [Tarakan Tv]

Sejarah Kota Tarakan


Sejarah Kota Tarakan. Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa tidung “Tarak” (bertemu) dan “Ngakan” (makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain. Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau.

Ketenangan masyarakat setempat agak terganggu ketika pada tahun 1896, sebuah perusahaan perminyakan Belanda, BPM (Bataavishe Petroleum Maatchapij) menemukan adanya sumber minyak di pulau ini. Banyak tenaga kerja didatangkan terutama dari pulau jawa seiring dengan meningkatnya kegiatan pengeboran. Mengingat fungsi dan perkembangan wilayah ini, pada tahun 1923 perembangan wilayah ini, pada tahun 1923 Pemerintah Hindia Belanda merasa perlu untuk menempatkan seorang Asisten Residen di pulau ini yang membawahi 5 (lima) wilayah yakni; Tanjung Selor, Tarakan, Malinau, Apau Kayan dan Berau. Namun pada masa pasca kemerdekaan, Pemerintah RI merasa perlu untuk merubah status kewedanan Tarakan menjadi Kecamatan Tarakan sesuai dengan Keppress RI No.22 Tahun 1963.

Letak dan posisi yang strategis telah mampu menjadikan kecamatan Tarakan sebagai salah satu sentra Industri di wilayah Kalimantan Timur bagian utara sehingga Pemerintah perlu untuk meningkatkan statusnya menjadi Kota Administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 1981.

Status Kota Administratif kembali ditingkatkan menjadi Kotamadya berdasarkan Undang-Undang RI No.29 Tahun 1997 yang peresmiannya dilakukan langsung oleh Menteri dalam Negeri pada tanggal 15 Desember 1997, sekaligus menandai tanggal tersebut sebagai Hari Jadi Kota Tarakan.

Era Kerajaan Tidung

Kerajaan Tidung atau dikenal pula dengan nama Kerajaan Tarakan (Kalkan/Kalka) adalah kerajaan yang memerintah Suku Tidung di utara Kalimantan Timur, yang berkedudukan di Pulau Tarakan dan berakhir di Salimbatu. Sebelumnya terdapat dua kerajaan di kawasan ini, selain Kerajaan Tidung, terdapat pula Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas. Berdasarkan silsilah (Genealogy) yang ada bahwa dipesisir timur Pulau Tarakan yaitu di kawasan Dusun Binalatung sudah ada Kerajaan Tidung Kuno (The Ancient Kingdom of Tidung), kira-kira pada tahun 1076-1156, kemudian berpindah ke pesisir selatan Pulau Tarakan di kawasan Tanjung Batu pada tahun 1156-1216, lalu bergeser lagi ke wilayah barat yaitu ke kawasan Sungai Bidang kira-kira pada tahun 1216-1394, setelah itu berpindah lagi, yang relatif jauh dari Pulau Tarakan ke daerah Pimping bagian barat dan kawasan Tanah Kuning, sekitar tahun 1394-1557.
Dari riwayat-riwayat yang terdapat dikalangan suku Tidung tentang kerajaan yang pernah ada dan dapat dikatakan yang paling tua di antara riwayat lainnya yaitu dari Menjelutung diSungai Sesayap dengan rajanya yang terakhir bernama Benayuk. Berakhirnya zamanKerajaan Menjelutung karena ditimpa malapetaka berupa hujan ribut dan angin topan yang sangat dahsyat sehingga mengakibatkan perkampungan di situ runtuh dan tenggelam kedalam air (sungai) berikut warganya. Peristiwa tersebut dikalangan suku Tidung disebut Gasab yang kemudian menimbulkan berbagai mitos tentang Benayuk dari Menjelutung.
Dari beberapa sumber didapatkan riwayat tentang masa pemerintahan Benayuk yang berlangsung sekitar 35 musim. Perhitungan musim tersebut adalah berdasarkan hitungan hari bulan (purnama) yang dalam semusim terdapat 12 purnama. Dari itu maka hitungan musim dapat disamakan lebih kurang dengan tahun Hijriah. Apabila dirangkaikan dengan riwayat tentang beberapa tokoh pemimpin (Raja) yang dapat diketahui lama masa pemerintahan dan keterkaitannya dengan Benayuk, maka diperkirakan tragedi di Menjelutung tersebut terjadi pada sekitaran awal abad XI. Kelompok-kelompok Suku Tidung pada zaman Kerajaan Menjelutung belumlah seperti apa yang terdapat sekarang ini, sebagaimana diketahui bahwa dikalangan Suku Tidung yang ada di Kalimantan Timur sekarang terdapat 4 (empat) kelompok dialek bahasa Tidung, yaitu :
  • Dialek bahas Tidung Malinau
  • Dialek bahasa Tidung Sembakung.
  • Dialek bahas Tidung Sesayap.
  • Dialek bahas Tidung Tarakan yang biasa pula disebut Tidung Tengara yang kebanyakan bermukim di daerah air asin.
Dari adanya beberapa dialek Bahasa Tidung yang merupakan kelompok komunitas berikut lingkungan sosial budayanya masing-masing, maka tentulah dari kelompok-kelompok dimaksud memiliki pemimpin masing-masing. Sebagaimana diriwayatkan kemudian bahwa setelah Kerajaan Benayuk di Menjelutung runtuh maka anak keturunan beserta warga yang selamat berpindah dan menyebar kemudian membangun pemukiman baru. Salah seorang dari keturunan Benayuk yang bernama Kayam selaku pemimpin dari pemukiman di Linuang Kayam (Kampung si Kayam) yang merupakan cikal bakal dari pemimpin (raja-raja) di Pulau Mandul, Sembakung dan Lumbis.
Berikut adalah raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Tidung :
  • Benayuk dari sungai Sesayap, Menjelutung (Masa Pemerintahan ± 35 Musim)
  • Yamus (Si Amus) (Masa Pemerintahan ± 44 Musim)
  • Ibugang (Aki Bugang)
  • Itara (Lebih kurang 29 Musim)
  • Ikurung (Lebih kurang 25 Musim)
  • Ikarang (Lebih kurang 35 Musim), di Tanjung Batu (Tarakan).
  • Karangan (Lebih kurang Musim)
  • Ibidang (Lebih kurang Musim)
  • Bengawan (Lebih kurang 44 Musim)
  • Itambu (Lebih kurang 20 Musim)
  • Aji Beruwing Sakti (Lebih kurang 30 Musim)
  • Aji Surya Sakti (Lebih kurang 30 Musim)
  • Aji Pengiran Kungun (Lebih kurang 25 Musim)
  • Pengiran Tempuad (Lebih kurang 34 Musim)
  • Aji Iram Sakti (Lebih kurang 25 Musim) di Pimping, Bulungan
  • Aji Baran Sakti (Lebih kurang 20 Musim).
  • Datoe Mancang (Lebih kurang 49 Musim)
  • Abang Lemanak (Lebih kurang 20 Musim), di Baratan, Bulungan
  • Ikenawai bergelar Ratu Ulam Sari (Lebih kurang 15 Musim)

Era Dinasti Tengara

Dinasti Tengara bermulai pada tahun 1557-1916 Masehi, dinasti ini pertama kali dipimpin oleh Amiril Rasyd Gelar Datoe Radja Laoet pada tahun 1557 Masehi dan berakhir pada saat dipimpin oleh Datoe Adil pada tahun 1916, Dinasti Tengara berlokasi di kawasan Pamusian, Tarakan Tengah
Berikut adalah raja-raja yang pernah berkuasa pada masa Dinasti Tengara :
  • Amiril Rasyd Gelar Datoe Radja Laoet (1557-1571)
  • Amiril Pengiran Dipati I (1571-1613)
  • Amiril Pengiran Singa Laoet (1613-1650)
  • Amiril Pengiran Maharajalila I (1650-1695)
  • Amiril Pengiran Maharajalila II (1695-1731)
  • Amiril Pengiran Dipati II (1731-1765)
  • Amiril Pengiran Maharajadinda (1765-1782)
  • Amiril Pengiran Maharajalila III (1782-1817)
  • Amiril Tadjoeddin (1817-1844)
  • Amiril Pengiran Djamaloel Kiram (1844-1867)
  • Ratoe Intan Doera/Datoe Maoelana (1867-1896), Datoe Jaring gelar Datoe Maoelana adalah putera Sultan Bulungan Muhammad Kaharuddin (II)
  • Datoe Adil (1896-1916)

Era Hindia Belanda

Ketenangan masyarakat setempat agak terganggu ketika pada tahun 1896, sebuah perusahaan perminyakan Belanda, BPM (Bataavishe Petroleum Maatchapij) menemukan adanya sumber minyak di pulau ini. Banyak tenaga kerja didatangkan terutama dari pulau jawa seiring dengan meningkatnya kegiatan pengeboran. Mengingat fungsi dan perkembangan wilayah ini, pada tahun 1923 Pemerintah Hindia Belanda merasa perlu untuk menempatkan seorang Asisten Residen di pulau ini yang membawahi 5 (lima) wilayah, yakni: Tanjung Selor, Tarakan, Malinau, Apau Kayan dan Berau. Namun pada masa pasca kemerdekaan, Pemerintah RI merasa perlu untuk mengubah status kewedanan Tarakan menjadi Kecamatan Tarakan sesuai dengan Keppress RI No. 22 Tahun 1963.
Brigadir D.A. Whitehead (Komandan birade 26, berpipa rokok) bersama Letnan Jenderal Leslie Morshead

Gabungan patroli Australia-Hindia Belanda di bagian terpencil Tarakan

Lapangan Udara Tarakan 2 minggu setelah diduduki. Lihat pelubangan yang mendalam.

Pantai tempat pasukan sekutu mendarat di Tarakan pada 1 May 1945

Pemboran minyak oleh Bataafsche Petroleum Maatschappij di Pulau Tarakan (tahun 1920-1940)

Prajurit dari Batalion ke-2/48 menyaksikan konvoi yang membawa mereka ke Tarakan

Era Pendudukan Jepang

Pada saat pendaratan Sekutu, angkatan Jepang di Tarakan berjumlah 2.200 orang yang didatangkan dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Satuan terbesar adalah Batalion Infantri Independen ke-455 yang berkekuatan 740 orang yang dikomandoi oleh Mayor Tadai Tokoi. 150 pasukan pendukung AD juga ada di Tarakan. Sumbangan AL kepada garnisun Tarakan tersusun atas 980 pelaut yang dikomandoi oleh Komandan Kaoru Kaharu. Satuan laut utama adalah Angkatan Garnisun Laut ke-2 yang berkekuatan 600 orang. Satuan laut ini dilatih bertempur sebagai infantri dan mengoperasikan beberapa senapan pertahanan pesisir. 350 pekerja minyak sipil Jepang juga diharapkan bertempur pada saat serangan Sekutu. Angkatan Jepang termasuk sekitar 50 orang Indonesia yang berdinas di satuan pengawal pusat. Mayor Tokoi mengarahkan keseluruhan pertahanan Tarakan, meskipun hubungan antara AL dan AD buruk.
Angkatan Jepang dipusatkan di sekitar Lingkas, pelabuhan utama Tarakan dan tempat satu-satunya pantai yang cocok untuk pendaratan pasukan. Pembela itu telah menghabiskan waktu beberapa bulan sebelum serangan yang menyusun posisi bertahan dan menanam ranjau. Pertahanan yang diatur itu banyak dipakai selama pertempuran, dengan taktik Jepang yang difokuskan pada posisi bertahan pra-persiapan yang kuat. Jepang tak melakukan kontra-serangan besar apapun, dan kebanyakan gerakan menyerang terbatas pada beberapa pihak penyerang yang mencoba menyelusup garis Australia.
Mendapatkan ladang minyak Tarakan adalah satu tujuan awal Jepang selama Perang Pasifik. Jepang menyerang Tarakan pada tanggal 11 Januari 1942 dan mengalahkan garnisun Belanda yang kecil dalam pertempuran yang berlangsung selama 2 hari di mana separuh pasukan Belanda gugur. Saat ladang minyak Tarakan berhasil disabotase oleh Belanda sebelum penyerahannya, Jepang bisa dengan cepat memperbaikinya agar bisa menghasilkan lagi dan 350.000 barel diproduksi tiap bulan dari awal tahun 1944.
Menyusul penyerahan Belanda, 5.000 penduduk Tarakan amat menderita akibat kebijakan pendudukan Jepang. Banyaknya pasukan Jepang yang ditempatkan di pulau ini mengakibatkan penyunatan bahan makanan dan sebagai akibatnya banyak orang Tarakan yang kurang gizi. Selama pendudukan itu, Jepang membawa sekitar 600 buruh ke Tarakan dari Jawa. Jepang juga memaksa sekitar 300 wanita Jawa untuk bekerja sebagai "jugun ianfu" (wanita penghibur) di Tarakan setelah membujuk mereka dengan janji palsu mendapatkan kerja sebagai juru tulis maupun membuat pakaian.
Arti penting Tarakan bagi Jepang makin menguap dengan gerak maju cepat angkatan Sekutu ke daerah itu. Tanker minyak Jepang yang terakhir meninggalkan Tarakan pada bulan Juli 1944, dan serangan udara Sekutu yang hebat pada tahun-tahun itu menghancurkan produksi minyak dan fasilitas penyimpanan di pulau itu. Serangan ini juga membunuh beberapa ratus penduduk sipil Indonesia. Sejalan dengan kepentingannya yang makin menurun, garnisun Jepang di Tarakan berkurang pada awal 1945 saat salah satu dari 2 batalion infantri yang ditempatkan di pulau itu (Batalion Infantri Independen ke-454) ditarik ke Balikpapan. Batalion ini dihancurkan oleh Divisi ke-7 Australia pada bulan Juli selama Pertempuran Balikpapan.

Era Kemerdekaan

Letak dan posisi yang strategis telah mampu menjadikan kecamatan Tarakan sebagai salah satu sentra industri di wilayah Kalimantan Timur bagian utara sehingga pemerintah perlu untuk meningkatkan statusnya menjadi Kota Administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 1981.
Status Kota Administratif kembali ditingkatkan menjadi Kotamadya berdasarkan Undang-undang RI No. 29 Tahun 1997 yang peresmiannya dilakukan langsung oleh Menteri dalam Negeri pada tanggal 15 Desember 1997, sekaligus menandai tanggal tersebut sebagai Hari Jadi Kota Tarakan. [wiki]


Transportasi dan Objek Wisata Kota Tarakan

Transportasi dan Objek Wisata Kota Tarakan. Berikut informasi mengenai Transportasi Kota Tarakan :



Transportasi Kota Tarakan


Darat
Di Tarakan hanya ada Taxi Bandara dan Angkutan Kota atau Angkot untuk transportasi darat, Bus hanya digunakan untuk karyawan industri di daerah Juwata Laut. Rencananya akan di bangun jembatan penghubung antara Kota Tarakan dengan Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. Panjang jembatan yang akan dibangun ini adalah 5 km dan akan melewati Pulau Sadau di tengahnya.

Laut
Tarakan menyediakan pelayanan transportasi laut dengan tujuan wilayah utara Kalimantan Timur dan Tawau, Sabah, Malaysia. Pelabuhan di Tarakan juga melayani transportasi laut ke Jawa dan Sulawesi. Di Kota Tarakan terdapat 4 pelabuhan utama antara lain Pelabuhan Tengkayu I, Pelabuhan Tengkayu II, Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Juwata Laut. Pelabuhan Tengkayu I dimanfaatkan sebagai pelabuhan untuk Speed Boat ke wilayah utara Kalimantan Timur jaraknya dari pusat kota sekitar 1 km, Pelabuhan Tengkayu II digunakan sebagai pelabuhan bongkar muat barang jarak dari pusat kota hanya 500 m, Pelabuhan Malundung digunakan sebagai pelabuhan untuk kapal besar tujuan Jawa, Sulawesi dan Malaysia jaraknya dari pusat kota 1,5 km, serta Pelabuhan Juwata Laut yang baru saja dibangun digunakan sebagai pelabuhan Ferry jaraknya dari pusat kota adalah 10 km.

Udara
Tarakan memiliki satu buah bandara, yaitu Bandar Udara Juwata. Bandara Juwata dibangung pada saat Belanda masih menjajah Indonesia, Bandara Juwata juga digunakan sebagai tempat pertama kalinya mendarat pesawat milik Jepang pada tahun 1942. Bandara ini terletak 3,5 km dari pusat kota. Maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara ini antara lain Batavia Air, Lion Air, Mandala Airlines, Sriwijaya Air, Wings Air dan lain-lain. Destinasi penerbangan di Bandara Juwata yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Balikpapan dan lain-lain.

Obyek Wisata Kota Tarakan


Berikut adlah wisata-wisata yang dapat ditemukan di Tarakan :


  1. Pesta Rakyat Iraw Tengkayu, merupakan peristiwa bersejarah bagi masyarakat bumi paguntaka biasa diperingati setiap 2 tahun sekali
  2. Pantai Amal, terdiri dari 2 buah pantai, yaitu pantai amal baru dan pantai amal lama, pantai ini terletak di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Pemandangan di pantai amal sangat indah karena memiliki banyak pohon kelapa dan airnya yang berwarna biru
  3. Grand Tarakan Mall adalah pusat perbelanjaan modern terbesar di Kalimantan Utara
  4. Gusher Plaza, terletak disamping Hutan Mangrove, didalam Gusher Plaza terdapat Ramayana Department Store, Robinson Supermarket, KFC, EMI dan sebagainya. Kebanyakan merupakan Ruko (rumah toko) yang sebagian besar bergerak di bidang usaha retail alat rumah tangga, handphone, pakaian dan lain-lain.
  5. THM Plaza, berada di depan Grand Tarakan Mall, terdapat banyak kios, salah satunya KFC, toko buku Karisma.
  6. Museum Rumah Bundar, merupakan museum dengan bentuk atap bundar atau setengah lingkaran, museum ini berisi peninggalan sejarah milik Belanda dan Jepang
  7. Baloy Adat Tidung, adalah museum peninggalan sejarah kerajaan Tidung
  8. Hutan Mangrove, merupakan habitat alami dari fauna asli Tarakan, yakni Bekantan
  9. Islamic Center Baitul Izzah, Kampung Empat, Tarakan Timur adalah masjid terbesar di Kalimantan Timur bagian utara. Islamic Center ini terletak sekitar 5 km dari pusat kota.
  10. Bais Hills Pantai Amal, terdapat kolam renang umum dan restaurant.
  11. Penangkaran Buaya Juwata, berada di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Obyek ini adalah salah satu obyek wisata unggulan di Kota Tarakan dan memiliki koleksi buaya dari beberapa wilayah di Kalimantan. Dengan luas sekitar 5 hektar, kegiatan penangkaran buaya telah dimulai sejak 1991. Ada tiga jenis buaya ditangkarkan di sini. Mereka adalah Buaya Muara (crocodylus porosus), Buaya Supit (tamistoma scheillius), dan Buaya Air Tawar (crocodylus siamlisus)
  12. Tarakan Expo, diadakan setiap ulang tahun Kota Tarakan mulai tanggal 15 Desember sampai Tahun Baru
  13. Wana Wisata Persemaian, sebuah Wana Wisata yang jaraknya kurang lebih 30 menit dari pusat kota ini merupakan sebuah tempat persemaian beberapa tumbuhan. Wana Wisata ini di miliki oleh badan Inhutani kota Tarakan. Tak hanya pepohonan atau tumbuhan saja yang dapat anda lihat disana, tetapi juga dapat ditemukan beberapa fauna yang hidup bebas ditempat tersebut. Wana Wisata ini terletak di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Banyak yang berkunjung sebagai sarana piknik keluarga di samping itu tersedia juga sarana latihan Golf bagi pemula. Update 2012 : Wahana wisata ini kurang terawat dan sering dijadikan sebagai lokasi Bumi perkemahan Pramuka.
  14. Taman Kebun Anggrek, merupakan tempat atau lokasi penangkaran serta pembudidayaan Anggrek di Tarakan
  15. Taman Oval Ladang
  16. Taman Oval Markoni
  17. Taman Oval Malundung
  18. Taman Monumen Penghargaan Kota Tarakan di Bandara Juwata
  19. Bungker Peninggalan Jepang di Bandara Juwata
  20. Makam Tentara Jepang
  21. Tugu Makam Tentara Australia
  22. Air Terjun Karungan
  23. Pulau Sadau
  24. Taman Rekreasi Air 3R

Grand Tarakan Mall
Gusher Ramayana

Berikut beberapa photo obyek pariwisata Tarakan [pict by ardiz]















Profile Kota Tarakan

Profile Kota Tarakan. Berikut Profile Kota Tarakan. Kota Tarakan merupakan kota terbesar ketiga di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 657,33 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kota Tarakan pada tahun 2010 berpenduduk sebanyak 193.069 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil yang terletak di utara Kalimantan Timur.


Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera). Julukan dari kota Tarakan adalah The New Singapore atau The Little Singapore.

Pemerintahan dan Geografi || Transportasi dan Objek Wisata Kota Tarakan



Kecamatan Kota Tarakan :
Kota Tarakan terbagi atas 4 Kecamatan, yaitu :

  1. Kecamatan Tarakan Barat
  2. Kecamatan Tarakan Tengah
  3. Kecamatan Tarakan Timur
  4. Kecamatan Tarakan Utara

Kelurahan Kota Tarakan:
Kota Tarakan terdiri dari 4 Kecamatan dan 20 Kelurahan, untuk Kecamatan Tarakan Barat dan Tarakan Tengah masing-masing terdiri dari 5 Kelurahan, untuk Tarakan Timur terdiri dari 7 Kelurahan dan 3 Kelurahan untuk Tarakan Utara.

Berikut adalah daftar Kelurahan di Kota Tarakan :

  1. Kelurahan Karang Anyar
  2. Kelurahan Karang Anyar Pantai
  3. Kelurahan Karang Balik
  4. Kelurahan Karang Rejo
  5. Kelurahan Karang Harapan
  6. Kelurahan Pamusian
  7. Kelurahan Kampung 1 Skip
  8. Kelurahan Selumit
  9. Kelurahan Selumit Pantai
  10. Kelurahan Sebengkok
  11. Kelurahan Lingkas Ujung
  12. Kelurahan Gunung Lingkas
  13. Kelurahan Kampung 4
  14. Kelurahan Kampung 6
  15. Kelurahan Mamburungan
  16. Kelurahan Mamburungan Timur
  17. Kelurahan Pantai Amal
  18. Kelurahan Juata Permai
  19. Kelurahan Juata Laut
  20. Kelurahan Juata Kerikil

Geografi Kota Tarakan:
Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14'23" - 3°26'37" Lintang Utara dan 117°30'50" - 117°40'12" Bujur Timur, terdiri dari 2 (dua) pulau, yaitu Pulau Tarakan dan Pulau Sadau dengan luas wilayah mencapai 657,33 km².

Adapaun batas-batas wilayah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : Kecamatan Pulau Bunyu
  2. Sebelah Timur : Laut Sulawesi
  3. Sebelah Selatan : Kecamatan Tanjung Palas
  4. Sebelah Barat : Kecamatan Sesayap dan Kecamatan Sekatak

Suhu udara minimum Kota Tarakan rata-rata 24,1 °C dan maksimum 31,1 °C dengan Kelembabab rata-rata 84,7%. Curah Hujan dalam 5 tahun terakhir rata-rata sekitar 308,2 mm/bulan dan penyinaran rata-rata 49,82%, telah memberikan julukan tersendiri bagi pulau ini sebagai daerah yang tak kenal musim.
 
© Copyright 2010-2011 Blogger Tarakan All Rights Reserved.
Design by Borneo Templates | Sponsored by Wordpress Themes Labs | Powered by Blogger.com.